pasarkundenPasar Hewan kunden kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan untuk pertama kalinya dioperasionalkan sekitar tahun 1982. Mempunyai luas lahan sebesar 12.070 m2. Hewan ternak yang dijual meliputi sapi, kerbau dan kambing. Aktivitas kegiatan di Pasar Hewan kunden dilaksanakan setiap pasaran kliwon, sehingga aktivitas dilaksanakan setiap lima hari sekali. Hewan ternak yang dipasarkan mayoritas berasal dari kabupaten Grobogan dan Kebupaten Blora, sedikit dari Kabupaten Pati dan kabupaten Sragen.

Jumlah ternak yang masuk tiap pasaran untuk Sapi rata-rata 1000 ekor, Kerbau 8 ekor dan Kambing 90 ekor. Rata-rata prosentase ternak yang terjual mencapai 60%. Diperkirakan setiap pasaran transaksi yang terjadi rata-rata mencapai Rp. 4.000.000.000,- sehingga setiap tahunnya transaksi di pasar hewan kunden diperkirakan mencapai Rp. 288.000.000.000,-.

Pedagang yang membeli hewan ternak dari pasar hewan kunden didominasi dari dalam provinsi Jawa tengah meliputi Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kab. Pati, Kabupaten Boyolali, kabupaten Demak, Kabupaten Banjarnegara, sebagian kecil dari kab. Brebes, Kab. Pekalongan, kab. Purbalingga, Kab. Cilacap dan kab. Klaten. Sedangkan pedagang pembeli dari Luar Provinsi meliputi dari Kabupaten Majalengka, Kabupeten Sumedang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan untuk tujuan DKI Jakarta biasanya dipasok dari pedagang lokal kabupaten Grobogan.

Setiap pasaran untuk pengiriman ke luar kabupaten rata-rata mencapai 300 ekor, sedangan untuk pengiriman ke luar provinsi rata-rata mencapai 200 ekor. Peningkatan ternak yang masuk dan banyak terjual serta bertambah nilai transaksinya biasanya terjadi 2 minggu sebelum hari Raya Idul Fitri sampai dengan 2 bulan setelah Hari Raya Idul Adha atau kira-kira hanya 4 bulan dalam 1 tahun. Pada bulan-bulan ini proses jual beli ternak mencapai puncaknya, mendekati hari raya peternak menjual ternaknya yang gemuk dan setelah hari raya peternak membeli bibit/bakalan untuk digemukkan lagi dan dijual pada musim ramai.

Sistem pemasaran ternak di Kabupaten Grobogan pada umumnya masih berlangsung secara tradisional, sistem jual beli atau mekanisme penentuan harga masih didominasi dan berdasarkan kepercayaan diantara pihak-pihak tertentu yaitu para pedagang pengumpul (tengkulak/blantik). Dalam menentukan berat dan bobot ternak dilakukan dengan menaksir berdasarkan pengalaman peternak dan blantik.

Selain di  Pasar Hewan Wirosari, Kabupaten Grobogan memilki 2 Pasar hewan yang lain yaitu Pasar hewan Kalongan dan Pasar Hewan Ketitang-Godong. Pasar hewan Kalongan memiliki kapasitas 300 ekor ternak sapi, sedangkan Pasar hewan Ketitang memiliki kapasitas 150 ekor kerbau dan 200 ekor kambing.

Peternakan

KESEHATAN HEWAN

Perikanan

Go to top