Sidak Dugaan Telur Palsu oleh Tim Gabungan

Print

Tim Gabungan yang terdiri dari Bagian Perekonomian, Setda Grobogan, Disnakkan, Disperindag, Satpol PP dan Kepolisian, tanggal 26 Maret 2018 melakukan sidak lapangan menindaklanjuti laporan warga dugaan peredaran telur palsu di Kabupaten Grobogan.

Pengaduan masyarakat yang curiga dengan telur yang dibelinya di sebuah warung, saat mencoba dimasak ia ingat dengan video dari media sosial yang ia terima, kok ada kesamaan dengan ciri-cirinya yaitu putih telur encer, tidak bau amis serta ada selaput telur yang terbuat seperti dari plastik.

Sidak Tim Gabungan dilakukan di sekitar pasar dimana asal telur yang dicurigai pelapor tersebut. Dari hasil sidak di beberapa toko dan dilakukan pemeriksaan organoleptik tidak ditemui adanya telur palsu, semua telur yang diperiksa adalah telur asli.

Ciri-ciri telur yang normal yaitu :

  1. Mempunyai kulit cangkang yang bersih, halus, dan mengkilap.
  2. Di dalam telur ada kantung udara, jika telur masih bagus maka panjang kantung udara kurang dari setengah centimeter, semakin panjang kantung udara akan semakin jelek kualitas telur.
  3. Telur yang baik jika dimasukkan ke dalam air garam 10% maka akan tenggelam, sedangkan telur yang mengapung artinya telur sudah jelek.
  4. Telur mentah bila dibuka kuning telurnya bulat dengan garis batas yang jelas dengan putih telur, jika sudah encer maka kualitas telur sudah tidak baik, semakin lama disimpan akan semakin encer.

Disamping itu telah di tegaskan oleh Dirjennak Kementrian Pertanian bahwa video yang ada di media sosial itu adalah hoax. Secara nilai ekonomi membuat telur palsu akan lebih mahal biayanya, sehingga dengan harga telur yang murah maka dengan memalsukannya justru akan merugikan pedagang, secara nilai ekonomis, kalau memalsukan telur itu benar terjadi pasti harga telur akan lebih mahal.