Log in Register

Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

GEJALA KLINIS TETANUS

Pada umumnya penularan tetanus pada kuda melalui luka pada waktu memasang tapal kuda, pada domba terjadi melaui luka kastrasi atau pencukuran rambut, sedang pada sapi melalui luka bekas pemotongan tanduk dan pada babi melalui luka kastrasi.

Tetanus, yang juga dikenal dengan lockjaw (rahang terkunci), merupakan penyakit yang disebabkan oleh tetanospasmin, yaitu sejenis yang diproduksi oleh Clostridium tetani yang menginfeksi sistem urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid). Gejala klinisnya adalah spasmus otot dan mengakibatkan kematian pada hewan mamalia serta manusia.

Penularan tetanus dapat terjadi melalui kontaminasi spora bakteri Cl. tetani yang tersebar di tanah dan di kandang ternak. Kejadian tetanus dapat timbul karena dimulai oleh adanya perlukaan tertutup yang terkontaminasi oleh bakteri Cl. tetani. Pada luka tertutup tersebut dapat timbul kondisi anaerob yang merupakan persyaratan berkembangnya bakteri Cl. tetani. Dalam jangka waktu tertentu bakteri Cl. tetani mengeluarkan toksin yaitu berupa tetanotoksin (neurotoksin). Toksin ini menimbulkan sasmus terhadap otot-otot tubuh.

Penyakit tetanus terjadi sangat bersifat sporadik. Kejadian tetanus sering dilaporkan pada daerah yang banyak memelihara kuda. Penyakit tetanus jarang berhasil diobati, sehingga angka mortalitas mendekati 100 %. Pada umumnya penularan pada kuda melalui luka pada waktu memasang tapal kuda, pada domba terjadi melaui luka kastrasi atau pencukuran rambut, sedang pada sapi melalui luka bekas pemotongan tanduk dan pada babi melalui luka kastrasi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui luka tertusuk paku, luka-luka pada rongga mulut, luka tersembunyi di dalam usus atau alat kelamin.

Disamping itu, kejadian tetanus disebabkan oleh adanya infeksi Clostridium tetani yang didukung oleh adanya luka yang dalam dengan perawatan yang salah. Faktor predisposisi antara lain adanya luka dalam yang tidak dirawat dengan baik, hewan umur muda atau tua, serta belum dilakukan vaksinasi terhadap tetanus.

Gejala Klinis penyakit Tetanus, mempunyai masa tunas 1 – 3 minggu dan gejala klinis untuk semua hewan hampir mirip. Tanda awal ialah sedikit kekakuan, gelisah dan terjadi kekejangan yang berlebihan bila ada sedikit rangsangan dari luar (suara, sentuhan, cahaya dan lai-lain). Sedangkan pada kuda terjadi kekakuan yang khas berupa spasmus membrana niktitan, trompet hidung melebar, ekor naik dan kaki membentuk kuda-kuda. Bila yang terserang otot-otot fascia maka hewan akan susah membuka mulut, sehingga penyakit dinamai "Lock jaw". Bila toksin sudah menyerang otak maka akan terjadi kekejangan umum, konvulsi yang berkesinambungan disebabkan oleh aspeksia. Berdasarkan gejala klinis, riwayat penyakit pada hewan tersebut tidak atau belum pernah divaksin tetanus atau hewan pernah mengalami luka sebelumnya.

Pada peternakan yang memungkinkan dapat terjadi kasus tetanus yakni adanya tindakan perlukaan yang dapat terkontaminasi oleh bakteri Cl. tetani seperti kastrasi, pencukuran bulu pada ternak domba, pemasangan nomor telinga, pemasangan ladam pada kuda, proses kelahiran, atau luka lainnya antara lain luka tusuk pada kaki, gigitan, patah tulang, luka robek akibat dinding kandang dan sebagainya. Apabila hewan penderita tidak cepat mendapat perawatan umumnya berakhir dengan kematian.

Adapun pengobatan tetanus dapat dilakukan sebagai berikut : (1) Luka dibuat segar, dengan membuang bagian jaringan yang rusak, kemudian luka dicuci dengan KmnO4 ATAU H2O2 dan diobati dengan antibiotika; (2) Diberikan antitoksin tetanus dosis kuratif; (3) Perlakuan pada hewan sakit diberikan : a) kandang bersih, kering, gelap; b) diberikan kain penyangga perut; c) makanan disediakan setinggi hidung; d) luka yang ada diobati; (4) Diberikan obat-obatan untuk mengatasi simptom atau gejala antara lain : obat penenang, muscle relaxan.

Sedangkan pencegahan tetanus dapat dilakukan antara lain :
1) Menyingkirkan barang tajam (kulit kerang, paku, duri) di tempat penggembalaan.
2) Bila ada luka dibersihkan, dikuret atau didrainase dan diobati.
3) Dilakukan vaksinasi aktif dengan formal vaksin.
4) Dilakukan vaksinasi pasif dengan antitoksin.
5) Gunakan peralatan operasi yang steril dan jangan melakukan operasi dekat dengan tempat yang memungkinkan mejadi sumber infeksi tetanus.

ikon telur 4

Peternakan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan fasilitasi pembibitan, produksi dan budidaya ternak ruminansia dan non ruminansia.
ikon fish 4

Perikanan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan.
suntikan 3png

Kesehatan Hewan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pemberdayaan dan perijinan perikanan, perikanan tangkap dan perikanan budidaya.