Log in Register

Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

ANTHRAX (Penyakit hewan menular yang dapat ditularkan kepada manusia)

ANTHRAX

(Penyakit hewan menular yang dapat ditularkan kepada manusia)

Anthrax adalah penyakit infeksius dan menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini mampu membentuk spora pada kondisi lingkungan yang jelek. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan penderita ke manusia, sehingga digolongkan sebagai penyakit zoonosa atau zoonosis. Spora bakteri antrak ini berfungsi sebagai wahana pertahanan diri/ perlindungan dari pengaruh lingkungan yang tidak sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya.

Spora bakteri anthrax dapat ditemukan pada tanah, bulu wol, kulit, debu, tepung tulang.Spora bakteri anthrak dapat bertahan di dalam tanah kering hingga 60 tahun kuman anthrax mudah mati pada suhu pasteurisasi (54º C selama 30 menit), atau desinfektan, antiseptic. Namun kuman setelah menjadi bentuk spora lebih tahan lama. Spora akan mati dengan panas kering 120º C  selama 1 jam, uap basah/air mendidih 100º C selama 10 menit, karbol 5% selama 40 hari, formalin 10% selama 4 jam

Di Indonesia pertama kali ditemukan diteluk bentung pada tahun 1984. Daerah endemis anthrax yang sering timbul kasus adalah wilayah jawa barat (Bogor dan purwakarta) Jawa Tengah (kab. Boyolali,sragen,semarang dan pati), NTB, NTT, DIY,(Sleman), Sulawesi selatan, DKI, Lampung, Jambi, Sumatra barat,Sulawesi Tenggara dan sulawesi Tengah.

HEWAN YANG RENTAN

Anthrax dapat menyerang hewan berdarah panas, seperti hewan pemamah biak/ruminansia (Sapi, kerbau, domba dan kambing), kuda, babi, burung unta dan lain lain

GEJALA PENYAKIT PADA HEWAN

  • Gejala Perakut : sifat penyakit terjadi sangat cepat, tidak menampakan tanda tanda khas dan umumnya segera diikuti dengan kematian. Gejala tampak seperti sesak napas, gemetar dan hewan rebah, hingga kejang, kebanyakan kasus perakut bahkan tidak menampakan gejala terlebih dahulu dan hewan mati mendadak
  • Gejala akut : sifat penyakit terjadi cepat. Pada hewan yang tertular akan menunjukan gejala demam tinggi (mencapai 41,5º C), gelisah, sesak napas, kejang dan disusul dengan kematian. Kadang sebelum kematian akan tampak gejala khas anthrax yaitu keluarnya darah menghitam dari lubang lubang alami tubuh (Kumlah). Pada kuda akan terjadi kolik (nyeri perut), diare berdarah, bengkak pada leher, dada,perut bawah, dan alat kelamin bagian luar.

PENULARAN PADA MANUSIA

Manusia dapat tertular anthrax melalui :

  • Kontak langsung antara kulit luka dengan hewan penderita, maupun produk hewan yang mengandung spora bakteri anthrax (anthrax bentuk kulit/cutaneous anthrax)
  • Kontak tidak langsung melalui udara yang tercemar spora bakteri anthrax, masuk kedalam saluran pernapasaan, saat menangani produk hewan seperti kulit wol yang mengandung spora anthrax (anthrax bentuk pencernakan/gastrointestinal anthrax)

GEJALA PENYAKIT PADA MANUSIA

  • Bentuk kulit (Cutaneous anthrax)

Bersifat lokal, timbul bungkul/bisul kemerah merahan, berkembang menjadi kehitam hitaman berisi cairan kemerahan, yang kemudian pecah menjadi korong dan bungkul akan menybar disekitar koreng. Jaringan kulit disekitar koreng akan tegang dan bengkak dengan warna merah tua. Jika tidak segera diobati akan menjadi bentuk Septikemia yang dapat menyebabkan kematian

  • Bentuk pernapasan (respiratory anthrax)
  • Sesak napas, sakit dirongga dada, batuk.
  • Demam yang selalu tinggi
  • Jika sesak nafas menjadi parah, menyebabkan kekurangan oksigen, dapat berlanjut hingga kematian.
  • Bentuk Pencernakan (Gastrointestinal anthrax)
  • Nyeri yang hebat dirongga perut dan ulu hati
  • Demam, diare hebat, muntah muntah
  • Kematian dapat terjadi karena diare berkelanjutan maupun akibat infeksi seluruh tubuh secara sistemik (Septikemia)
ikon telur 4

Peternakan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan fasilitasi pembibitan, produksi dan budidaya ternak ruminansia dan non ruminansia.
ikon fish 4

Perikanan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan.
suntikan 3png

Kesehatan Hewan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pemberdayaan dan perijinan perikanan, perikanan tangkap dan perikanan budidaya.