Log in Register

Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Kesehatan Sapi Peranakan Ongole

Dalam rangka pengamanan kesehatan sapi, maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (1).kandang harus selalu dibersihkan dengan melakukan desinfeksi kandang dan peralatan, serta penyemprotan insektisida terhadap serangga , lalat dan lingkungn sekitarnya, (2) melakukan vaksinasi secara rutin pada ternaknya dan pengujian/ tes laboratorium terhadap penyakit, (3) mengeluarkan ternak yang sakit untuk diobati dan dipisahkan dari ternak yang sehat, (4)membakar dan mengubur bangkai sapi yang mati karena penyakit menular serta peralatan-peralatan yang tercemar, (5) melaporkan kepada Dinas Peternakan setempat setiap timbul kasus penyakit yang diduga penyakit menular, (6) menyediakan fasilitas desinfektan untuk karyawan, tamu dan kendaraan yang akan masuk ke lokasi peternakan.

Penyakit-penyakit yang sering menyerang sapi PO adalah Penyakit Radang Limpha (Anthrax) , keluron menular (Brucellosis) , Penyakit Cacing Hati (Fasciola hepatica), Ngorok ( Septicemia Epizotica), Demam 3 hari ( Bovine epizootic fever ). Penyakit Anthrax, atau radang limpa disebabkan kuman Bacillus anthracis menyerang sapi bahkan manusia. Penularan penyakit dapat diawali dari tanah berspora anthrax yang masuk bersama makanan/ minuman ke dalam tubuh sapi. Pada manusia infeksi dapat terjadi lewat kulit, mulut atau pernafasan, yang ditandai dengan gejala demam tinggi, gelisah, sesak napas, kejang, rasa nyeri seluruh tubuh.Sedang pada sapi tiba-tiba menunjukkan gejala demam yang tinggi, selaput lendir mata merah dan membengkak, pembengkakan di daerah leher, dada, pinggang dan alat kelamin, sesak napas dan kejang. Beberapa jam atau 1 - 3 hari sapi mati dengan keluar darah dari lubang hidung, mulut, telinga dan alat kelamin.

Read more: Kesehatan Sapi Peranakan Ongole

Pemeriksaan Setelah Hewan dipotong

Tujuan Pemeriksaan

Memberikan jaminan bahwa karkas , daging, dan jeroan dihasilkan aman dan layak untuk dikonsumsi,serta mencegah beredarnya bagian / jaringan abnormal yang berasal dari pemotongan hewan sakit, misalnya pada kasus cacing hati, cysticercosis, tuberculosis, brucellosis, coryza, gangraenosa bovum haemorhagic septicemic, piroplasmosis, surra, arthritis, hemia,fractura, abcess, actinomycosis, actinobacilos, mastitis, septicemia, cachexia, hydrops, oedema dan epithelimia.

Prosedur Pemeriksaan

Kepala dan lidah, kepala yang sudah dipisah dari badan hewan agar digantung dengan kait pada hidung dengan bagian rahang bawah menghadap kearah pemeriksa.Kemudian lidah dilihat (diinspeksi) dan diraba (palpasi) dan dikerok pada permukaan lidah untuk melihat kerapuhan papilla lidah dan jika diperlukan dilakukan penyayatan dibagian bawah lidah untuk melihat adanya cysticercus bovis dan actinobacilosis. Untuk Lgl. Retropharyngealis, tonsil, Lgl Submaxilaris dan Lgl Mandibularis diamati (inpeksi), diraba (palpasi) dan jika perlu disayat melintang (limfoglandula yang normal dicirikan dengan konsistensi kenyal, ukuran normal, lokasi tidak terfiksir dan apabila disayat warna putih dikelilingi zona hitam). Selanjutnya penyayatan otot masseter intermus dan masseter extermus sejajar tulang rahang untuk memeriksa adanya kista cysticercus dan actinomycosis pada tulang mandibula.

Read more: Pemeriksaan Setelah Hewan dipotong

Tanaman Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia

Jagung (Zea mays L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis rumputan/ graminae yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Batang jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku, berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman hari pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran, dan suhu.

Secara umum jagung mempunyai pola pertumbuhan yang sama, namun interval waktu antar tahap pertumbuhan dan jumlah daun yang berkembang dapat berbeda. Pertumbuhan jagung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu: 1) fase perkecambahan, saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun pertama; 2) fase pertumbuhan vegetatif, yaitu fase mulai munculnya daun pertama yang terbuka sempurna sampai tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina (silking), fase ini diidentifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk; 3) fase reproduktif, yaitu fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis.

Read more: Tanaman Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia

Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang ternak ruminansia

  1. Anthrax atau Radang Limpa, disebabkan oleh Bacillus anthraxis. Tanda-tanda penyakit ini antara lain : demam yang tinggi, sulit bernafas dan defekasi (buang kotoran), kehilangan nafsu makan, pembengkakan di bawah kulit leher, dada, perut, dan rusuk , keluar darah dari mulut, hidung, dan dubur. Penyakit ini sangat berbahaya dan mudah menular kepada manusia yang dapat menimbulkan kematian mendadak.  Sporanya tahan sampai 50  tahun di dalam tanah dan sering digunakan sebagai bahan pembuatan senjata biologis.
  2. Penyakit Pink Eye.

        Pink Eye merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi, domba maupun kambing, biasanya bersifat epizootik dan ditandai dengan memerahnya conjunctiva dan kekeruhan mata. Penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal. Mikrorganisme penyebab ditularkan lewat kontak antara ternak peka dengan ternak penderita atau oleh serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu atau sumber-sumber  lain yang dapat menyebabkan goresan atau luka mata.

Read more: Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang ternak ruminansia
ikon telur 4

Peternakan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan fasilitasi pembibitan, produksi dan budidaya ternak ruminansia dan non ruminansia.
ikon fish 4

Perikanan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan.
suntikan 3png

Kesehatan Hewan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pemberdayaan dan perijinan perikanan, perikanan tangkap dan perikanan budidaya.