Log in Register

Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

ITIK MASTER, BIBIT NIAGA PENGHASIL TELUR

Itik Master adalah itik hasil persilangan antara itik mojomaster-1 (jantan) dan itik alabimaster-1 (betina). Keunggulan dari itik master adalah umur bertelur pertama lebih cepat, produksi telur relative lebih tinggi dan pertumbuhan itik lebih cepat dengan puncak produksi yang relatif tinggi.

Potensi itik di Indonesia cukup besar, terbukti dari terdapatnya jenis itik lokal yang sangat bervariasi baik karena pengaruh kemampuan genetik maupun pengaruh lingkungan. Salah satu itik yang dikembangkan dengan kemampuan genetik yaitu Itik Master.

itik MASTER diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan berpotensi sebagai bibit niaga penghasil telur dengan sistem terkurung.

Ciri spesifik dari itik master yaitu postur tubuh ramping seperti botol, warna bulu spesifik dan seragam, garis bulu putih di atas mata (alis), warna ceker dan paruh hitam serta warna kerabang telur hijau kebiruan. Dengan umur pertama bertelur 18-20 minggu, Rataan produksi telur 260-270 butir/tahun,

Keunggulan
A. Keunggulan Biologis
     Ada beberapa keunggulan biologis dari itik Master yang tidak selalu dimiliki jenis itik lainnya, yaitu:

  • Identifikasi jenis kelamin pada saat menetas mudah sekali, hanya berdasarkan warna bulu, dimana DOD (day old duck) jantan berwarna lebih gelap daripada betina.
  • Pertumbuhan DOD jantan lebih cepat, sehingga cocok untuk penggemukan sebagai itik potong.
  • Warna bulu spesifik dan sangat seragam.
  • Warna kulit telur seragam hijau kebiru-biruan.


B. Keunggulan Teknis
     Keunggulan teknis yang sangat menunjang perolehan keuntungan beternak itik Master dapat dilihat sebagai berikut:

Karakteristik Produksi Itik Master

Uraian

Ukuran

Keterangan

Rata-rata Produksi Telur per Tahun (butir)

265

15% lebih tinggi

Puncak Produksi Telur (%)

94

10-15% lebih tinggi

Umur pertama bertelur (minggu)

18

4 minggu lebih awal

Masa Produksi Telur (bulan/siklus)

10-12

Tanpa rontok bulu

Rasio penggunaan pakan (FCR)

3,2

-

Tingkat Kematian (%)

≤ 1%

Sangat rendah

Sumber: Balitnak, Ciawi, Bogor (2016).

ikon telur 4

Peternakan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan fasilitasi pembibitan, produksi dan budidaya ternak ruminansia dan non ruminansia.
ikon fish 4

Perikanan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan.
suntikan 3png

Kesehatan Hewan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pemberdayaan dan perijinan perikanan, perikanan tangkap dan perikanan budidaya.