Log in Register

Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

TIPS MEMILIH KAMBING ETAWA PERAH

Pemilihan indukan kambing etawa yang akan diperah adalah hal yang paling penting dilakukan oleh peternak kambing perah. Seleksi dilakukan secara cermat untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi seperti: kurang maksimalnya produktivitas susu kambing yang dihasilkan, penyakit mastitis sampai cacat pada kambing. Semua resiko ini dapat membawa kerugian pada peternak. Jika kambing yang diperah terkena penyakit mastitis maka produksi susu akan berkurang sampai terhenti. Peternak juga harus mencarikan susu pengganti untuk anak kambing yang terkena mastitis. Ini juga akan menambah ongkos produksi. Jika ambing kambing etawa yang terkena mastitis sampai cacat maka harga jual kambing pun akan berkurang.

4 cara memilih kambing perah yang baik

  1. Perhatikan ukuran tubuh kambing tersebut,  kambing yang besar akan memiliki kemungkinan yang lebih besar dalam menghasilkan susu yang lebih banyak dibandingkan kambing yang berukuran lebih kecil. Bagikambing perah ( kambing saanen, toggenburg, Anglo Nubian ) pilih yang kira-kira beratnya 42kg dan tingginya sekitar 67cm. Untuk kambing Peranakan Ettawa (P.E) betina pilihlah yang beratnya minimal 20kg.
  2. Kemudian lihat bagian bagian tubuh kambing tersebut, jangan sampai ada cacatnya. Matanya haruslah bersinar, tidak sayu.
  3. Ini yang sangat jarang diperhatikan. Kambing memiliki kepribadian, atau ekspresi. Pilihlah kambing yang jinak dan ramah, sehingga memudahkan untuk diperah.  Juga pilih kambing yang gerakannya lincah dan aktif bergerak, menandakan bahwa kambing tersebut sehat
  4. Lihatlah dengan cermat bagian Ambing.
  • Ambing adalah Organ dimana dihasilkan susu. Ambing tersebut sebetulnya adalah kelanjar penghasil susu. Ambing atau dalam bahasa inggris disebut Udder tersebut memiliki 2 bagian. Yaitu tempat penampung ( cistern ), dan tempat mengeluarkan susu atau lubang susu yang disebut putting ambing (teat).
  • Ambing yang baik adalah : Ambing yang kencang lulit luarnya, dan tidak jatuh atau lemas. Ambing yang lemas akan menyulitkan ketika diperah dan biasanya mengganggu kambing ketika berjalan. Ambing yang lemas tersebut akan mudah terluka. Luka tersebut disebut mastitis, sering terjadi juga akibat disusu  oleh cempe dan akibat dari gerakan si kambing sendiri.  Semakin bertambah umur si kambing maka ambingnya juga akan semakin turun ke bawah.  Dalam dunia peternakan criteria ambing disebut dengan Udder depth. Hal ini dapat dilihat dari jarak antar bagian bawah ambing dengan lutut kambing.
  • Produksi susu juga dipengaruhi oleh volume ambing. Volume ambing dapat dihitung dengan c ara melihat perbandingan antara diameter horizontal dan vertikal, ambing yang berbentuk mendekati bulat adalah yang terbaik.
  • Kedua bagian dari ambing seperti yang tersebut diatas, yaitu penampung dan puting haruslah memiliki perbandingan besar yang sama.
  • Pilihlah bagian puting yang besar dan panjang sehingga memudahkan anda dalam memerah. Makin tua umur kambing makin besar pula puting nya

Demikian dari kami. masih banyak kekurangannya, mohon tambahan dari para senior..
(sumber: infoternak.com)

ikon telur 4

Peternakan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan fasilitasi pembibitan, produksi dan budidaya ternak ruminansia dan non ruminansia.
ikon fish 4

Perikanan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan.
suntikan 3png

Kesehatan Hewan

Pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pemberdayaan dan perijinan perikanan, perikanan tangkap dan perikanan budidaya.