Ukuran tubuh DOC jantan lebih besar, padat, tinggi, dan gagah. Bagian jenggernya tumbuh lebih besar dan bergerigi, matanya lebih besar dan bercahaya, kaki kuat, bulu ekor lebih cepat tumbuh, dan gerakannya lincah disertai dengan suaranya yang lebih keras.

Print

DOC atau day old chick merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam beternak ayam. Ibaratnya seperti modal investasi, Anda perlu memilih DOC berkualitas agar dapat menghasilkan ayam yang berkualitas juga. DOC yang berkualitas memerlukan tindakan penanganan yang baik, apalagi pada awal kehidupan di masa-masa kritis anak ayam. Salah satu perlakuan yang perlu dilakukan adalah seleksi DOC.

Seleksi DOC dilakukan pertama kali. Sebaiknya, beli DOC dari peternak yang telah melakukan seksing ketika umurnya baru 24 jam setelah menetas, ketika bulu tubuh telah sepenuhnya kering. Dengan demikian, ayam yang dihasilkan nantinya 100 persen adalah betina.

Seksing dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu feather sex dan cloaca method (metode kloaka). Namun, cara yang paling sering dilakukan adalah cloaca method karena feather sex hanya berlaku untuk ayam ras.

Namun, metode kloaka hanya bisa dilakukan oleh pekerja yang sudah terlatih dan terampil. Oleh karena itu, metode ini tidak bisa dilakukan oleh peternak pemula atau mereka yang baru belajar. Berikut ini langkah-langkah seksing pada metode kloaka.

  1. Kaki dan kepala DOC dijepit dengan jari-jari tangan kiri secara hati-hati agar anak ayam tidak merasa sakit.
  2. Setelah itu, dubur DOC dibuka dengan tangan kanan.
  3. Dengan menggunakan penerangan lampu 100 Watt, akan terlihat perbedaan kelamin jantan dan betina pada DOC. DOC jantan terlihat ada tonjolan, sedangkan DOC betina tidak ada tonjolan.

Seleksi DOC betina juga bisa dilakukan dengan cara lain, yakni memerhatikan kondisi fisik. Namun, perbedaan fisik antara DOC betina dan jantan baru akan tampak ketika DOC berumur satu bulan. Oleh karena itu, seleksi baru bisa dilakukan setelah DOC berumur satu bulan agar mendapatkan hasil 100 persen betina.

Ukuran tubuh DOC jantan lebih besar, padat, tinggi, dan gagah. Bagian jenggernya tumbuh lebih besar dan bergerigi, matanya lebih besar dan bercahaya, kaki kuat, bulu ekor lebih cepat tumbuh, dan gerakannya lincah disertai dengan suaranya yang lebih keras.

Sementara itu, ukuran tubuh DOC betina lebih pendek dan lembek, jengger yang tumbuh pendek dan tipis, matanya terlihat kecil dan lemah, kakinya pendek, bulu di badannya tumbuh dengan nyata, serta gerakannya tidak lincah dan suaranya kurang nyaring