Ciri-ciri Pullet Berkualitas

Print

Kualitas pullet yang dipelihara dapat menentukan performa ayam petelur dan didukung dengan pangan berkualitas. Oleh karena itu, jika Anda mengharapkan hasil optimal dari peternakan ayam petelur, Anda perlu memerhatikan pullet yang akan dibeli atau ketika membesarkan sendiri pullet. Berikut ini beberapa kriteria pullet berkualitas yang perlu Anda ketahui.

Fisik ayam terlihat sehat

Cara pertama untuk melihat pullet berkualitas adalah dari tampilan fisiknya. Adapun tampilan yang diamati meliputi kepala dan muka, jengger dan pial, mata, tulang pubis, perut, kloaka, kulit, bulu badan, serta kaki.

Berat badan sesuai dengan standar dari breeder

Bobot badan merupakan indikator kualitas pullet yang paling mudah diamati. Pullet yang berkualitas memiliki bobot badan yang sesuai dengan standar breeder. Pullet yang bobot badannya kurang atau melebihi standar bobot breeder bisa berakibat pencapaian performanya tidak optimal.

Kerangka tubuh optimal pada 12 minggu

Kerangka tubuh (frame size) yang terbentuk sempurna akan sangat mendukung pencapaian puncak produksi yang optimal dan memiliki persistensi (lama bertahan di puncak) produksi yang lama. Frame size dapat diamati berdasarkan postur tubuh ayam.

Tingkat keseragaman lebih dari 85 persen

Pullet yang Anda beli harus memiliki tingkat keseragaman lebih dari 85 persen, mulai dari berat badan, kerangka tubuh, hingga kematangan seksual. Penyeragaman berat badan dilakukan melalui penimbangan berat badan rutin. Keseragaman lebih dari 85 persen berarti dari 100 ekor ayam minimal terdapat 85 ekor ayam yang berat badannya sesuai standar.

standar bobot badan minimal ayam umur 13 minggu adalah 1.100 gram Setelah penimbangan, peternak segera membagi ayam-ayam tersebut ke dalam kandang berbeda berdasarkan berat badan dan frame size-nya. Hal itu akan memudahkan peternak dalam mengamati perkembangan performa ayam dan menentukan jumlah konsumsi ransumnya.